Senin, 05 November 2018


PRAKTIKUM
ANATOMI TUMBUHAN



Oleh :
Heri Apriadi





PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS KAPUAS
SINTANG
2018



TOPIK III
PENGAMATAN  STOMATA
A.DASAR TEORI
                Stomata adalah bukan pada epidermis yang sebagian besar terdapat pada bawah daun dan meregulasi pertukaran gas. Stomata dibentuk oleh dua sel epidermis yang terspesialisasi yang disebut sel penjaga yang meregulasi besarnya diameter stomata. Stomata juga terdistribusi secara spesisfik berdasarkan spesies (Anonim,2009).
Kekurangan  air di dalam jaringan tanaman dapat  disebabkan oleh kehilangan air yang berlebihan pada saat transpirasi melalui stomata dan sel lain seperti kutikula atau disebabkan oleh keduanya. Namun lebih dari 90% transpirasi terjadi melalui stomata di daun. Selain berperan sebagai alat untuk penguapan, stomata juga berperan sebagai alat untuk pertukaran CO2 dalam proses fisiologi yang berhubungan dengan produksi. Stomata terdiri atas sel penjaga dan sel penutup yang dikelilingi oleh beberapa sel tetangga. Mekanisme menutup dan membuka-nya stomata tergantung dari tekanan turgor sel tanaman, atau karena perubahan konsentrasi karbondioksida, berkurangnya cahaya dan hormon asam absisat. Stomata berperan penting sebagai alat untuk adaptasi tanaman terhadap cekaman kekeringan. Pada kondisi cekaman kekeringan maka stomata akan menutup sebagai upaya untuk menahan laju transpirasi. Senyawa yang banyak berperan dalam membuka dan menutupnya stomata adalah asam absisat (ABA). ABA merupakan senyawa yang berperan sebagai sinyal adanya cekaman kekeringan sehingga stomata segera menutup.  Mekanisme membuka dan menutup stomata pada tanaman yang toleran terhadap cekaman kekeringan sangat efektif sehingga jaringan tanaman dapat menghindari kehilangan air melalui penguapan (Lestari, 2006).Intensitas cahaya yang optimal akan mempengaruhi aktivitas stomata untuk menyerap CO2, makin tinggi intensitas cahaya matahari yang diterima oleh permukaan daun tanaman, maka jumlah absorpsi CO2, relatif makin tinggi pada kondisi jumlah curah hujan cukup, tetapi pada intensitas cahaya matahari diatas 50% absorpsi CO2 mulai konstan. (Nasaruddin, 2002).
Kepadatan stomata dapat ditunjukkan dengan kondisi perubahan konsentrasi karbondioksida. Karbondioksida dan intensitas cahaya merupakan adalah satu-satunya faktor yang diketahui dapat digunakan untuk mengendalikan perkembangan stomata dari sel epidermis. Efek dari karbondioksida, pada pertumbuhan daun dapat diketahui dengan mengukur indeks stomata (IS), yang menggambarkan rasio antara banyaknya stomata dengan jumlas sel pada permukaan daun (Johnson et.al., 2002).
Aktivitas stomata terjadi karena hubungan air dari sel-sel penutup dan sel-sel pembantu. Bila sel-sel penutup menjadi turgid dinding sel yang tipis menggembung dan dinding sel yang tebal yang mengelilingi lobang (tidak dapat menggembung cukup besar) menjadi sangat cekung, karenanya membuka lobang. Oleh karena itu membuka dan menutupnya stomata tergantung pada perubahan-perubahan turgiditas dari sel-sel penutup, yaitu kalau sel-sel penutup turgid lobang membuka dan sel-sel mengendor pori/lobang menutup (Halim, 2009).
Stomata membuka karena meningkatnya pencahayaan (dalam batas tertentu) dan peningkatan cahaya menaikkan suhu daun sehingga air menguap lebih cepat naiknya suhu membuat udara mampu membawa lebih banyak kelembaban sehingga transpirasi meningkat dan akan mempengaruhi bukaan stomata. (Salisbury dan Ross, 1995).
Stomata akan membuka jika kedua sel penjaga meningkat. Peningkatan tekanan turgor sel penjaga disebabkan oleh masuknya air kedalam sel penjaga tersebut. Pergerakan air dari satu sel ke sel lainnya akan selalu dari sel yang mempunyai potensi air lebih tinggi ke sel ke potensi air lebih rendah. Tinggi rendahnya potensi air sel akan tergantung pada jumlah bahan yang terlarut (solute) didalam cairan sel tersebut. Semakin banyak bahan yang terlarut maka potensi osmotic sel akan semakin rendah. Dengan demikian, jika tekanan turgor sel tersebut tetap, maka secara keseluruhan potensi air sel akan menurun. Untuk memacu agar air masuk ke sel penjaga, maka jumlah bahan yang terlarut di dalam sel tersebut harus ditingkatkan (Lakitan, 1993).

B. TUJUAN PRAKTIKUM
1.      Mahasiswa dapa membuat preparat jaringan tanaman dan melakukan pengamatan dengan mikroskop.
2.      Mahasiswa dapat melakukan pengamatan preparat pada stomata dengan menggunakan mikroskop.
3.      Mahasiswa dapat membedakan tipe-tipe stomata dari masing-masing daun.
4.       
C.ALAT DAN BAHAN
a.       Alat
1)      Mikroskop
2)      Kaca benda
3)      Kaca pentup
4)       
b.      Bahan
1.      Kutek bening
2.      Isolasi
3.      Duan capasicum sp.
4.      Daun zea mays
5.      Daun hibisicus rosasinesis
6.      Duan citrus sp.
7.      Daun eichornia crassipes
8.      Duan rhoe discolor

D.CARA KERJA
            Praktikum ini dilakukan di Laboratorium  Biologi Universitas Kapuas Sintang pada hari senin tanggal 29 Oktober 2018 pukul 14:00 s/d 17:00. Pembuatan untuk pengamatan stomata di olesi kutek bening dan biarkan mengering. Kemudian kutek dikelupas mengunakan isolasi dan di letakan atas gelas benda. Preparat di amati di bawah mikroskop cahaya dengan pembesaran 400 kali.

E.HASIL PENGAMATAN
Daun Eceng Gondok
Gamabar hasil pengamatan
Gamabar studi literal
IMG-20181031-WA0024.jpg
3
 
2
 
1
 
2014-04-15-11-33-30.jpg
Keterangan ;
1.    1.sel membuka
2.     2.Sel penutup
3.     3.Sel tetangga
Keterangan ;
1.sel membuka
2.Sel Penutup
3.Sel Tentanga


DAUN ECENG GONDOK BAGIAN BAWAH
Gamabar hasil pengamatan
Gamabar studi literal
IMG-20181029-WA0014.jpg
images.jpg
Keterangan ;
1.Sel Emnutup
2.Sel Membuka
3.Sel Tetanga
Keterangan ;
1.Sel Penutup
2.Sel Membuka
3.Sel Tettanga

DAUN PAPRIKA BAGIAN BAWAH
Gamabar hasil pengamatan
Gamabar studi literal
IMG-20181031-WA0019.jpg
Struktur-epidermis-pada-daun.jpg
Keterangan ;
1.Sel Penutup
2.Sel Membuka
3.Sel Tetanga
Keterangan ;
1.Sel Penutup
2.Sel Membuka
3.Sel Tetanga

DAUN PAPRIKA BAGIAN ATAS
Gamabar hasil pengamatan
Gamabar studi literal

IMG-20181029-WA0016.jpg
Struktur-epidermis-pada-daun.jpg
Keterangan ;
1.Sel Penutup
2.Sel Membuka
3.Sel Tetanga
Keterangan ;
1.Sel Penutup
2.Stomata Membuka
3.Sel Tetanga


DAUN JERUK BAGIAN BAWAH
Gamabar hasil pengamatan
Gamabar studi literal
1
 
2
 
IMG-20181029-WA0028.jpg
parasitik.jpg
Keterangan ;
1.Sel Penjaga
2.Sel Tetanga
Keterangan ;
1.Sel Penjaga
2.Sel Tetanga




KEMBANG SAPATU BAGIAN BAWAH
Gamabar hasil pengamatan
11

 
Gamabar studi literal
4
 
3
 
2
 
1
 
IMG-20181029-WA0018.jpg
3
 
2
 
4
 
amiry.jpg
Keterangan ;
1. Pigmen Antosainin
2. Celah Stomata
3. Sel Penutup
4. Sel Tentanga
Keterangan ;
1.Pigmen Antosainin
2.Celah Stomata
3.Sel Penutup
4.Sel Tentanga

DAUN PANDAN BAWAH
Gamabar hasil pengamatan
Gamabar studi literal
IMG-20181029-WA0012.jpg
images (1).jpg
Keterangan ;
1. Stomata Penutup
2. Stomata Membuka
3. Stomata Tetanga
Keterangan ;
1.Stomata Penutup
2.Stomata Membuka
3.Stomata Tetanga

DAUN JAGUNG BAGIAN BAWAH
Gamabar hasil pengamatan
Gamabar studi literal
IMG-20181029-WA0017.jpg
3
 
1
 
2
 
stomata jagung.jpg
Keterangan ;
1. Stomata Penutup
2. Stomata Penutup
3. Stomata Penutup
Keterangan ;
1.Stomata Penutup
2.Stomata Membuka
3.Stoamata Tentanga

DAUN JAGUNG BAGIAN ATAS
Gamabar hasil pengamatan
Gamabar studi literal
IMG-20181029-WA0010.jpg
SYOMATA.jpg
Keterangan ;
1.Stomata Penutup
2.Stomata Membuka
3.Stomata Tetnaga
Keterangan ;
1. Stomata Penutup
2. Stomata Membuka
3. Stomata Tetnaga


F.PEMBAHASAN
            Stomata merupakan derivat epidermis dengan struktur khusus yang berfungsi sebagai tempat sirkulasi udara antara jaringan dengan udara luar. Stomata memiliki struktur khusus yang sesuai dengan fungsinnya, yaitu memiliki celah stomata yang diapit oleh 2 sel penutup, dan satu sel penutup dikelilingi oleh sel tetangga. Sel tetangga berperan dalam perubuhan osmotik yang menyebabkan gerakan sel penutup. Bila ditinjau dari letaknya sel tetangga terhadap sel penutup maka stomata pada tumbuhan dicotyledon dapat dibedakan atas 4 tipe stomata yaitu diasitik (sel tetangga tegak lurus terhadap sel penutup), parasitikel (sel tetangga sejajar dengan sel penutup), anomostik (sel tetangga tidak beraturan) dan anisositik (memiliki lebih dari dua sel tetangga dengan pola sel tidak beraturan). Berdasarkan letak sel penutup terhadap epidermis, stomata dibedakan 2 tipe yaitu stomata kriptophor yaitu stoma dengan sel penutupnya lebih rendah dari sel epidermis, dan fenoropor yaitu stoma dengan sel penutupnya sama tinggi dengan sel epidermis.
Setiap sel penutup mengandung inti yang jelas dan kloroplas yang secara berkala menghasilkan pati. Dinding sel penutup dan sel penjaga sebagian barlapis lignin. Masing-masing stomata di apit oleh sepasang sel penjaga yang berbentuk seperti ginjal pada tumbuhan dikotil dan berbentuk halter pada tumbuhan monokotil. Sel-sel penjaga dikelilingi oleh sel tetangga epidermal disekitar ruang udara sampai kejaring udara pada daun. Sel penjaga mengontrol diameter stomata dengan cara mengubah bentuk yang akan melebar atau menyempit celah diantara kedua sel.
       Berdasarkan pengamatan menggunakan mikroskop dengan perbesaran 40-10kali, menunjukkan bahwa baik tanaman monokotil maupun dikotil yang tumbuh di daratan banyak mempunyai stomata di permukaan bawah daun, dalam praktikum kali ini kita mengamati stomata pada tanaman monokotil daun aceng gondok daun jagung, tanaman  dikotild aun jeruk nipis, bunga kembang sepatu, daun mangga bagian daun yang diamati yaitu daun pada bagian depan dengan belakang daun , dan pada daun bagian stomata yang diambil yaitu bagian atas daun dan bagian bawah daun.
       Stomata tumbuhan pada umunnya membuka pada saat matahari terbit dan menutup pada sat hari geklap hingga memungkinkan masuknya CO2 yang diperlukan untuk fotosintesis pada siang hari. Umumnya proses pembukaan memerlukan waktu satu jam dan penutupan berlangsung secara bertahap sepanjang sore. Stomata menutup lebih cepat jika tumbuhan akan ditempatkan dalam gelap secara tiba – tiba. Terbukanya stomata pada siang hari tidak terhambat jika tumbuhan itu berada dalam udara tanpa karbondioksida yaitu keadaan fotosintesios tidak dapat terlaksana (Tjitrosoepomo, 2007).
       Stomata adalah celah diantara epidermis yang diapit oleh 2 sel epidermis khusus yang disebut sel penutup. Di dekat sel penutup terdapat sel-sel yang mengelilinginya disebut sel tetangga. Sel penutup dapat membuka dan menutup sesuai dengan kebutuhan tanaman akan transpirasinya, sedangkan sel-sel tetangga turut serta dalam perubahan osmotik yang berhubungan dengan pergerakan sel –sel penutup.
       Tipe stomata pada daun sangat bervariasi. Berdasarkan hubungan stomata dengan sel epidermis sel tetangga ada banyak tipe stomata, Klasifikasi ini terpisah dari klasifikasi berdasarkan perkembangan. Walaupun tipe yang berbeda dapat terjadi pada satu familia yang sama ataudapat juga pada daun darispesies yang sama.

a.     Eceng gondok(Eichhornia)
       eceng gondok merupakan salah satu tumbuhan yang mempunyai stomata yang berfungsi untuk tempat keluar masuknya gas-gas ke dalam tumbuhan yang dilakukan secara difusi yang terdapat pada bagian daun. Stomata pada tanaman ini biasa ditemukan pada bagian tumbuhan yang berhubungan dengan udara terutama pada bagian daun, Selain itu, dapat terlihat pula daun enceng gondok yang dominasi berwarna hijau baik permukaan maupun dasar daun. Hal tersebut merupakan indikasi adanya klorofil atau zat hijau daun sehingga enceng gondok mampu melakukan fotosintesis yang membutuhkan CO2 dan H2O dan dengan bantuan sinar matahari akan menghasilkan glukosa dan oksigen dan senyawa-senyawa organik lain.

b.      Daun jagung (Zea mays)
       Pada daun jagung (Zea mays) yang merupakan tumbuhan monokotil yang hidup di daratan memiliki bentuk stomata yang memanjang dengan bagian ujung membesar,  berdinding tipis, dan berbentuk kecil dibagian tengah yang membuktikan bahwa pada daun jagung terdapat modifikasi epidermis berupa stomata yang berbentuk halter (memanjang). Selain itu daun jagung memiliki tipe stomata yang sel penjaga sejajar dan stomatanya tersusun berderet sejajar dengan permukaan epidermis dan juga tipe ini terdapat pada tumbuhan familia Graminea (Poaceae) dan Cyperaceae.
Stomata daun jagung yang diambil pada pagi/ siang hari membuka, karena stomata tumbuhan pada umumnya membuka pada saat matahari terbit sehingga memungkinkan masuknya CO2 yang diperlukan untuk fotosintesis pada siang hari. Sedangkan daun jagung yang diambil pada malam hari stomatanya menutup karena saat hari gelap ion kalium akan kembali keluar sel penjaga. Umumnya, proses pembukaan memerlukan waktu 1 jam dan penutupan berlangsung secara bertahap sepanjang sore.
c.       Daun Mangga (Mangifera indica)
       Daun mangga (Mangifera indica) merupakan jenis tumbuhan dikotil yang hidup di darat. Stomata pada tumbuhan daun mangga terdiri dari dua sel penjaga berbentuk ginjal. Stomata akan membuka apabila daun tanaman tersebut mengandung banyak air, sedangkan akan menutup apabila kadar air pada daun tanaman tersebut telah berkurang. Dari hasil pengamatan yang dilakukan, stomata pada tanaman mangga membuka. Karena daun yang diamati masih mengandung banyak air meskipun daun mangga tersebut diambil pada waktu siang hari maupun malam hari.

d.      Daun jeruk (Citrus aurantifolia)
       Kerapatan atau jumlah stomata pada daun suatu tanaman menunjukkan ketahanan tanaman terhadap suatu penyakit. Semakin banyak jumlah stomata maka tanaman tersebut mudah terkena penyakit, terutama penyakit yang disebabkan oleh jamur, karena lubang-lubang stomta dapat dijadikan sebagai tempat masuknya penyakit.
e.       Daun banga kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis)
       Hibiscus rosa-sinensis merupakan tumbuhan C4. Dinamakan demikian karena tumbuhan itu mendahului siklus Calvin dengan fiksasi karbon cara lain yang membentuk senyawa berkarbon empat sebagai produk pertamanya. Dalam tumbuhan C4, terdapat 2 jenis sel fotosintetik yang jelas berbeda, yaitu : sel seludang-berkas pembuluh

       Kita bisa liat dari kelima jenis tanaman yang berbeda dengan stomata yang hampir sama stomata nya


G.   DAFTAR PUSTAKA
Wijoseputro, D. 1978. Pengantar Fisiologi Tumbuhan. Jakarta : PT Gramedia
Fahn, A . 1992. Anatomi Tumbuhan. Yogyakarta : Gadjah Mada Press
Hidayat E.B.1995. Anatomi Tumbuhan Berbiji. Bandung : ITB Press
Pandey, B.P. 1982. Plant Anatomy. S Chand and Company. New Delhi
Tjitrosoepomo, Gembong. 2007.  Morfologi Tumbuhan .Yogyakarta:UGM Press
Indrayasa, A. 2011. Induksi Keragaman Genetik Dengan Sinar Gamma Pada Jeruk Siam Pontianak (Citrus Nobilis Var. Microcarpa) Secara In Vitro. Departemen Agronomidan Hortikultura Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor.