PRAKTIKUM
ANATOMI
TUMBUHAN

Oleh
:
Heri
Apriadi
PROGRAM
STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
KAPUAS
SINTANG
2018
TOPIK III
PENGAMATAN STOMATA
A.DASAR
TEORI
Stomata adalah bukan pada epidermis yang sebagian
besar terdapat pada bawah daun dan meregulasi pertukaran gas. Stomata dibentuk
oleh dua sel epidermis yang terspesialisasi yang disebut sel penjaga yang
meregulasi besarnya diameter stomata. Stomata juga terdistribusi secara
spesisfik berdasarkan spesies (Anonim,2009).
Kekurangan air di dalam jaringan tanaman dapat disebabkan oleh kehilangan air yang
berlebihan pada saat transpirasi melalui stomata dan sel lain seperti kutikula
atau disebabkan oleh keduanya. Namun lebih dari 90% transpirasi terjadi melalui
stomata di daun. Selain berperan sebagai alat untuk penguapan, stomata juga
berperan sebagai alat untuk pertukaran CO2 dalam proses fisiologi yang
berhubungan dengan produksi. Stomata terdiri atas sel penjaga dan sel penutup
yang dikelilingi oleh beberapa sel tetangga. Mekanisme menutup dan membuka-nya
stomata tergantung dari tekanan turgor sel tanaman, atau karena perubahan
konsentrasi karbondioksida, berkurangnya cahaya dan hormon asam absisat.
Stomata berperan penting sebagai alat untuk adaptasi tanaman terhadap cekaman
kekeringan. Pada kondisi cekaman kekeringan maka stomata akan menutup sebagai
upaya untuk menahan laju transpirasi. Senyawa yang banyak berperan dalam
membuka dan menutupnya stomata adalah asam absisat (ABA). ABA merupakan senyawa
yang berperan sebagai sinyal adanya cekaman kekeringan sehingga stomata segera
menutup. Mekanisme membuka dan menutup
stomata pada tanaman yang toleran terhadap cekaman kekeringan sangat efektif
sehingga jaringan tanaman dapat menghindari kehilangan air melalui penguapan
(Lestari, 2006).Intensitas
cahaya yang optimal akan mempengaruhi aktivitas stomata untuk menyerap CO2,
makin tinggi intensitas cahaya matahari yang diterima oleh permukaan daun
tanaman, maka jumlah absorpsi CO2, relatif makin tinggi pada kondisi
jumlah curah hujan cukup, tetapi pada intensitas cahaya matahari diatas 50%
absorpsi CO2 mulai konstan. (Nasaruddin, 2002).
Kepadatan
stomata dapat ditunjukkan dengan kondisi perubahan konsentrasi karbondioksida.
Karbondioksida dan intensitas cahaya merupakan adalah satu-satunya faktor yang
diketahui dapat digunakan untuk mengendalikan perkembangan stomata dari sel
epidermis. Efek dari karbondioksida, pada pertumbuhan daun dapat diketahui
dengan mengukur indeks stomata (IS), yang menggambarkan rasio antara banyaknya
stomata dengan jumlas sel pada permukaan daun (Johnson et.al., 2002).
Aktivitas
stomata terjadi karena hubungan air dari sel-sel penutup dan sel-sel pembantu.
Bila sel-sel penutup menjadi turgid dinding sel yang tipis menggembung dan dinding
sel yang tebal yang mengelilingi lobang (tidak dapat menggembung cukup besar)
menjadi sangat cekung, karenanya membuka lobang. Oleh karena itu membuka dan
menutupnya stomata tergantung pada perubahan-perubahan turgiditas dari sel-sel
penutup, yaitu kalau sel-sel penutup turgid lobang membuka dan sel-sel
mengendor pori/lobang menutup (Halim, 2009).
Stomata
membuka karena meningkatnya pencahayaan (dalam batas tertentu) dan peningkatan
cahaya menaikkan suhu daun sehingga air menguap lebih cepat naiknya suhu
membuat udara mampu membawa lebih banyak kelembaban sehingga transpirasi
meningkat dan akan mempengaruhi bukaan stomata. (Salisbury dan Ross, 1995).
Stomata akan
membuka jika kedua sel penjaga meningkat. Peningkatan tekanan turgor sel
penjaga disebabkan oleh masuknya air kedalam sel penjaga tersebut. Pergerakan
air dari satu sel ke sel lainnya akan selalu dari sel yang mempunyai potensi
air lebih tinggi ke sel ke potensi air lebih rendah. Tinggi rendahnya potensi
air sel akan tergantung pada jumlah bahan yang terlarut (solute) didalam cairan
sel tersebut. Semakin banyak bahan yang terlarut maka potensi osmotic sel akan
semakin rendah. Dengan demikian, jika tekanan turgor sel tersebut tetap, maka
secara keseluruhan potensi air sel akan menurun. Untuk memacu agar air masuk ke
sel penjaga, maka jumlah bahan yang terlarut di dalam sel tersebut harus
ditingkatkan (Lakitan, 1993).
B. TUJUAN PRAKTIKUM
1.
Mahasiswa dapa membuat preparat jaringan
tanaman dan melakukan pengamatan dengan mikroskop.
2.
Mahasiswa dapat melakukan pengamatan
preparat pada stomata dengan menggunakan mikroskop.
3.
Mahasiswa dapat membedakan tipe-tipe
stomata dari masing-masing daun.
4.
C.ALAT DAN BAHAN
a.
Alat
1) Mikroskop
2) Kaca
benda
3) Kaca
pentup
4)
b.
Bahan
1. Kutek
bening
2. Isolasi
3.
Duan capasicum sp.
4. Daun
zea mays
5. Daun
hibisicus rosasinesis
6.
Duan citrus sp.
7. Daun
eichornia crassipes
8. Duan
rhoe discolor
D.CARA KERJA
Praktikum ini dilakukan
di Laboratorium Biologi Universitas
Kapuas Sintang pada hari senin tanggal 29 Oktober 2018 pukul 14:00 s/d 17:00.
Pembuatan untuk pengamatan stomata di olesi kutek bening dan biarkan mengering.
Kemudian kutek dikelupas mengunakan isolasi dan di letakan atas gelas benda.
Preparat di amati di bawah mikroskop cahaya dengan pembesaran 400 kali.
E.HASIL PENGAMATAN
Daun
Eceng Gondok
|
Gamabar hasil pengamatan
|
Gamabar studi literal
|
||||||
![]() |
![]() ![]() |
||||||
|
Keterangan ;
1. 1.sel membuka
2.
2.Sel penutup
3.
3.Sel tetangga
|
Keterangan ;
1.sel membuka
2.Sel Penutup
3.Sel Tentanga
|
DAUN
ECENG GONDOK BAGIAN BAWAH
|
Gamabar hasil pengamatan
|
Gamabar studi literal
|
![]() |
![]() |
|
Keterangan ;
1.Sel Emnutup
2.Sel Membuka
3.Sel Tetanga
|
Keterangan ;
1.Sel Penutup
2.Sel Membuka
3.Sel Tettanga
|
DAUN
PAPRIKA BAGIAN BAWAH
|
Gamabar hasil pengamatan
|
Gamabar studi literal
|
![]() |
![]() |
|
Keterangan ;
1.Sel Penutup
2.Sel Membuka
3.Sel Tetanga
|
Keterangan ;
1.Sel Penutup
2.Sel Membuka
3.Sel Tetanga
|
DAUN
PAPRIKA BAGIAN ATAS
|
Gamabar hasil pengamatan
|
Gamabar studi literal
|
![]() |
![]() |
|
Keterangan ;
1.Sel Penutup
2.Sel Membuka
3.Sel Tetanga
|
Keterangan ;
1.Sel Penutup
2.Stomata Membuka
3.Sel Tetanga
|
DAUN
JERUK BAGIAN BAWAH
|
Gamabar hasil pengamatan
|
Gamabar studi literal
|
||||
![]() |
![]() |
||||
|
Keterangan ;
1.Sel Penjaga
2.Sel Tetanga
|
Keterangan ;
1.Sel Penjaga
2.Sel Tetanga
|
KEMBANG
SAPATU BAGIAN BAWAH
|
Gamabar hasil pengamatan
|
|
||||||||||||||
![]() |
![]() |
||||||||||||||
|
Keterangan ;
1. Pigmen Antosainin
2. Celah Stomata
3. Sel Penutup
4. Sel Tentanga
|
Keterangan ;
1.Pigmen Antosainin
2.Celah Stomata
3.Sel Penutup
4.Sel Tentanga
|
DAUN
PANDAN BAWAH
|
Gamabar hasil pengamatan
|
Gamabar studi literal
|
![]() |
![]() |
|
Keterangan ;
1. Stomata Penutup
2. Stomata Membuka
3. Stomata Tetanga
|
Keterangan ;
1.Stomata Penutup
2.Stomata Membuka
3.Stomata Tetanga
|
DAUN
JAGUNG BAGIAN BAWAH
|
Gamabar hasil pengamatan
|
Gamabar studi literal
|
||||||
![]() |
![]() |
||||||
|
Keterangan ;
1. Stomata Penutup
2. Stomata Penutup
3. Stomata Penutup
|
Keterangan ;
1.Stomata Penutup
2.Stomata Membuka
3.Stoamata Tentanga
|
DAUN
JAGUNG BAGIAN ATAS
|
Gamabar hasil pengamatan
|
Gamabar studi literal
|
![]() |
![]() |
|
Keterangan ;
1.Stomata Penutup
2.Stomata Membuka
3.Stomata Tetnaga
|
Keterangan ;
1. Stomata Penutup
2. Stomata Membuka
3. Stomata Tetnaga
|
F.PEMBAHASAN
Stomata merupakan derivat epidermis dengan struktur
khusus yang berfungsi sebagai tempat sirkulasi udara antara jaringan dengan
udara luar. Stomata memiliki struktur khusus yang sesuai dengan fungsinnya,
yaitu memiliki celah stomata yang diapit oleh 2 sel penutup, dan satu sel
penutup dikelilingi oleh sel tetangga. Sel tetangga berperan dalam
perubuhan osmotik yang menyebabkan gerakan sel penutup. Bila ditinjau dari
letaknya sel tetangga terhadap sel penutup maka stomata pada tumbuhan
dicotyledon dapat dibedakan atas 4 tipe stomata yaitu diasitik (sel tetangga
tegak lurus terhadap sel penutup), parasitikel (sel tetangga sejajar
dengan sel penutup), anomostik (sel tetangga tidak beraturan) dan
anisositik (memiliki lebih dari dua sel tetangga dengan pola sel tidak
beraturan). Berdasarkan letak sel penutup terhadap epidermis, stomata dibedakan
2 tipe yaitu stomata kriptophor yaitu stoma dengan sel penutupnya lebih
rendah dari sel epidermis, dan fenoropor yaitu stoma dengan sel
penutupnya sama tinggi dengan sel epidermis.
Setiap sel penutup mengandung
inti yang jelas dan kloroplas yang secara berkala menghasilkan pati.
Dinding sel penutup dan sel penjaga sebagian barlapis lignin.
Masing-masing stomata di apit oleh sepasang sel penjaga
yang berbentuk seperti ginjal pada tumbuhan dikotil dan berbentuk halter
pada tumbuhan monokotil. Sel-sel penjaga dikelilingi oleh sel tetangga
epidermal disekitar ruang udara sampai kejaring udara pada daun. Sel penjaga
mengontrol diameter stomata dengan cara mengubah bentuk yang akan melebar atau
menyempit celah diantara kedua sel.
Berdasarkan pengamatan menggunakan mikroskop dengan perbesaran 40-10kali, menunjukkan bahwa baik tanaman monokotil maupun
dikotil yang tumbuh di daratan banyak mempunyai stomata di permukaan bawah daun, dalam praktikum kali ini kita mengamati stomata pada
tanaman monokotil daun aceng gondok daun jagung, tanaman dikotild
aun jeruk nipis, bunga kembang sepatu, daun mangga bagian daun yang diamati
yaitu daun pada bagian depan dengan belakang daun , dan pada daun bagian
stomata yang diambil yaitu bagian atas daun dan bagian bawah daun.
Stomata tumbuhan pada umunnya
membuka pada saat matahari terbit dan menutup pada sat hari geklap hingga
memungkinkan masuknya CO2 yang diperlukan untuk fotosintesis pada siang hari.
Umumnya proses pembukaan memerlukan waktu satu jam dan penutupan berlangsung
secara bertahap sepanjang sore. Stomata menutup lebih cepat jika tumbuhan akan
ditempatkan dalam gelap secara tiba – tiba. Terbukanya stomata pada siang hari
tidak terhambat jika tumbuhan itu berada dalam udara tanpa karbondioksida yaitu
keadaan fotosintesios tidak dapat terlaksana (Tjitrosoepomo, 2007).
Stomata adalah celah diantara epidermis yang diapit oleh 2 sel epidermis
khusus yang disebut sel penutup. Di dekat sel penutup terdapat sel-sel yang
mengelilinginya disebut sel tetangga. Sel penutup dapat membuka dan menutup
sesuai dengan kebutuhan tanaman akan transpirasinya, sedangkan sel-sel
tetangga turut serta dalam perubahan osmotik yang berhubungan dengan
pergerakan sel –sel penutup.
Tipe stomata pada daun sangat bervariasi. Berdasarkan hubungan stomata
dengan sel epidermis sel tetangga ada banyak tipe stomata, Klasifikasi ini
terpisah dari klasifikasi berdasarkan perkembangan. Walaupun tipe yang berbeda
dapat terjadi pada satu familia yang sama ataudapat juga pada daun darispesies
yang sama.
a. Eceng gondok(Eichhornia)
eceng gondok merupakan salah satu
tumbuhan yang mempunyai stomata yang berfungsi untuk tempat keluar masuknya
gas-gas ke dalam tumbuhan yang dilakukan secara difusi yang terdapat pada
bagian daun. Stomata pada tanaman ini biasa ditemukan pada bagian tumbuhan yang
berhubungan dengan udara terutama pada bagian daun, Selain itu, dapat terlihat
pula daun enceng gondok yang dominasi berwarna hijau baik permukaan maupun
dasar daun. Hal tersebut merupakan indikasi adanya klorofil atau zat hijau daun
sehingga enceng gondok mampu melakukan fotosintesis yang membutuhkan CO2 dan
H2O dan dengan bantuan sinar matahari akan menghasilkan glukosa dan oksigen dan
senyawa-senyawa organik lain.
b. Daun jagung (Zea
mays)
Pada daun jagung (Zea mays) yang merupakan tumbuhan monokotil
yang hidup di daratan memiliki bentuk stomata yang memanjang dengan bagian
ujung membesar, berdinding tipis, dan berbentuk kecil dibagian tengah
yang membuktikan bahwa pada daun jagung terdapat modifikasi epidermis
berupa stomata yang berbentuk halter (memanjang). Selain itu daun jagung
memiliki tipe stomata yang sel penjaga sejajar dan stomatanya tersusun berderet
sejajar dengan permukaan epidermis dan juga tipe ini terdapat pada tumbuhan
familia Graminea (Poaceae) dan Cyperaceae.
Stomata daun
jagung yang diambil pada pagi/ siang hari membuka, karena stomata tumbuhan pada
umumnya membuka pada saat matahari terbit sehingga memungkinkan masuknya CO2
yang diperlukan untuk fotosintesis pada siang hari. Sedangkan daun jagung yang
diambil pada malam hari stomatanya menutup karena saat hari gelap ion kalium
akan kembali keluar sel penjaga. Umumnya, proses pembukaan memerlukan waktu 1
jam dan penutupan berlangsung secara bertahap sepanjang sore.
c. Daun Mangga (Mangifera
indica)
Daun mangga (Mangifera indica) merupakan jenis tumbuhan dikotil yang
hidup di darat. Stomata pada tumbuhan daun mangga terdiri dari dua sel penjaga
berbentuk ginjal. Stomata akan membuka apabila daun tanaman tersebut mengandung
banyak air, sedangkan akan menutup apabila kadar air pada daun tanaman tersebut
telah berkurang. Dari hasil pengamatan yang dilakukan, stomata pada tanaman
mangga membuka. Karena daun yang diamati masih mengandung banyak air meskipun
daun mangga tersebut diambil pada waktu siang hari maupun malam hari.
d. Daun jeruk (Citrus
aurantifolia)
Kerapatan atau jumlah stomata
pada daun suatu tanaman menunjukkan ketahanan tanaman terhadap suatu penyakit.
Semakin banyak jumlah stomata maka tanaman tersebut mudah terkena penyakit,
terutama penyakit yang disebabkan oleh jamur, karena lubang-lubang stomta dapat
dijadikan sebagai tempat masuknya penyakit.
e. Daun banga kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis)
Hibiscus rosa-sinensis merupakan tumbuhan C4. Dinamakan demikian karena
tumbuhan itu mendahului siklus Calvin dengan fiksasi karbon cara lain yang
membentuk senyawa berkarbon empat sebagai produk pertamanya. Dalam tumbuhan C4,
terdapat 2 jenis sel fotosintetik yang jelas berbeda, yaitu : sel
seludang-berkas pembuluh
Kita bisa liat dari
kelima jenis tanaman yang berbeda dengan stomata yang hampir sama stomata nya
G. DAFTAR PUSTAKA
Wijoseputro, D. 1978. Pengantar Fisiologi Tumbuhan. Jakarta : PT Gramedia
Fahn, A .
1992. Anatomi Tumbuhan. Yogyakarta : Gadjah Mada Press
Hidayat
E.B.1995. Anatomi Tumbuhan Berbiji. Bandung : ITB Press
Pandey, B.P. 1982. Plant Anatomy. S Chand and Company. New Delhi
Tjitrosoepomo, Gembong. 2007. Morfologi Tumbuhan .Yogyakarta:UGM
Press
Indrayasa, A. 2011. Induksi Keragaman Genetik Dengan Sinar Gamma Pada
Jeruk Siam Pontianak (Citrus Nobilis Var. Microcarpa) Secara In Vitro.
Departemen Agronomidan Hortikultura Fakultas Pertanian Institut Pertanian
Bogor.



















Tidak ada komentar:
Posting Komentar